Produk & Sistem
Pilih perangkat dan sistem radio komunikasi sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
Aksesoris & Spare Parts — Aksesoris · Spare Part
Solusi Security & Satpam
Rakomindo membantu tim security perusahaan, kawasan, dan jasa pengamanan menyusun sistem radio untuk pos jaga, patroli, control room, dan koordinasi insiden, dari site survey dan pemilihan perangkat hingga instalasi dan dukungan teknis di seluruh Indonesia.
Tim security bekerja dalam shift, tersebar di pos dan rute patroli, dan perlu mengeskalasi kejadian ke komandan regu atau control room. Empat kondisi ini paling menentukan desain sistem radionya.
Petugas di pos jaga, pintu masuk, parkir, dan patroli perlu tetap terhubung dengan komandan regu. Titik yang wajib terjangkau, dan siapa yang perlu saling mendengar, ditetapkan sebelum perangkat dipilih.
Basement, struktur beton dan baja, rak logam, kontur lahan, vegetasi, dan jarak antarbangunan memengaruhi sinyal secara berbeda di setiap lokasi. Titik lemah dipetakan lewat survei dan uji sinyal, bukan diperkirakan dari luas area atau jumlah lantai.
Radio sering dipakai bergantian. Pengisian daya, baterai cadangan, serah terima, dan kebersihan aksesori audio perlu direncanakan agar perangkat siap di setiap awal shift.
Security berkoordinasi dengan engineering, manajemen, dan penyedia jasa pengamanan yang mungkin memakai radio sendiri. Pembagian grup, prioritas, dan kecocokan dengan radio yang ada perlu disepakati sejak awal.
Radio mendukung koordinasi harian dan eskalasi insiden, tetapi tidak menggantikan prosedur tanggap darurat, alarm, CCTV, atau sistem kontrol akses, dan tidak dengan sendirinya menjamin keselamatan.
Tidak setiap tim membutuhkan semua komponen di bawah. Kombinasinya ditentukan dari alur kerja pengamanan, radio yang sudah dimiliki, izin frekuensi, dan hasil site survey.
Untuk petugas pos, gate, dan patroli; model dipilih dari sistem radio, frekuensi yang diizinkan, fitur, dan kompatibilitas dengan radio yang ada.
Earpiece, remote speaker microphone, atau headset dipilih dari cara kerja petugas; baterai cadangan dan charger multi-unit disesuaikan dengan pola shift.
Perangkat infrastruktur yang menerima lalu memancarkan ulang lalu lintas radio sesuai desain dan konfigurasi sistem. Repeater dapat memperluas coverage yang dapat dipakai ke pos atau rute yang tidak terjangkau komunikasi langsung antar-HT; kebutuhannya dibuktikan lewat uji sinyal.
Tipe, tinggi, dan posisi antena serta rugi kabel feeder ikut menentukan coverage repeater atau radio tetap, sesuai desain dan hasil survei.
Radio rig yang dipasang tetap dapat menjadi opsi untuk control room atau pos komando. Tidak wajib; catu daya, antena, dan instalasinya mengikuti desain sistem.
PoC memakai jaringan seluler atau Wi-Fi dan dapat menjadi opsi antarlokasi bila jaringannya memadai. Fungsi dispatcher seperti grup, hak akses, pelacakan lokasi, log, dan perekaman bergantung pada platform, perangkat, lisensi, langganan, dan konfigurasi, serta perlu mengikuti kebijakan privasi perusahaan.
Ditentukan oleh radio yang sudah dipakai, izin frekuensi, interoperabilitas dengan tim dan vendor lain, fitur, rencana migrasi, operasional, dan anggaran. Digital seperti DMR tidak otomatis berarti terenkripsi, terekam, ber-GPS atau pesan teks, bebas derau, atau berjangkauan lebih jauh; semuanya bergantung pada model, sistem, lisensi, dan konfigurasi. Selengkapnya di Teknologi Radio Komunikasi.
Tidak ada band yang otomatis terbaik untuk gedung, pabrik, atau area terbuka. Band ditentukan oleh frekuensi yang diizinkan, radio yang sudah dimiliki, kondisi lokasi, sistem antena, dan desain sistem, lalu dikonfirmasi lewat pengujian.
Radio cocok untuk push-to-talk khusus, komunikasi grup yang sudah diprogram, dan perangkat operasional yang penugasannya terkontrol. Ponsel tetap berguna untuk teks, foto, dokumen, dan komunikasi dengan pihak luar, sehingga keduanya sering dipakai berdampingan.
Fitur berikut tidak tersedia di semua radio; ketersediaannya bergantung pada model, sistem, lisensi, konfigurasi, jaringan, dan aksesori, sehingga perlu dicek per model sebelum masuk requirement pengadaan.
Ringkasan seluruh kategori perangkat dan sistem tersedia di Produk & Sistem.
Alur kerja security serupa di gedung, pabrik, kawasan industri, perkebunan, maupun lokasi proyek, tetapi kondisi sinyalnya berbeda. Jenis lokasi, luas area, jumlah lantai, atau adanya basement tidak dengan sendirinya menentukan perangkat maupun arsitektur. Untuk kebutuhan radio di luar tim security, lihat solusi gedung & properti komersial, hotel & hospitality, dan perkebunan.
Yang dievaluasiLokasi setiap pos dan pintu masuk, jarak dan penghalang ke pos utama, hasil uji sinyal, aksesori audio di area ramai.
OpsiKomunikasi langsung antar-HT; radio tetap di pos utama; repeater bila uji sinyal menunjukkan pos penting tidak terjangkau.
Yang dievaluasiRute, titik yang wajib bisa melapor, area tertutup atau berkontur, kebutuhan pencatatan patroli.
OpsiRepeater dan antena sesuai desain; PoC di bagian rute yang jaringannya memadai; pelacakan lokasi bila perangkat, platform, dan kebijakan perusahaan mendukung.
Yang dievaluasiStruktur komando, koordinasi dengan engineering, HSE, atau manajemen, kebutuhan log, fitur darurat yang didukung sistem.
OpsiGrup eskalasi lintas tim, panggilan prioritas, radio tetap atau dispatcher di control room, tombol darurat bila perangkat, sistem, dan dispatcher mendukung.
Yang dievaluasiKomunikasi yang tidak terdengar pengunjung, tingkat kebisingan, cara membawa perangkat.
OpsiHT ringkas dengan earpiece yang kompatibel, dengan kinerja suara yang diuji di area tersebut.
Yang dievaluasiUji sinyal di basement, ramp, dan jalur servis; konstruksi; jalur antena dan kabel.
OpsiKomunikasi langsung bila hasil uji memadai; penempatan repeater dan antena bila desain menunjukkan kebutuhannya.
Yang dievaluasiSiapa yang perlu terhubung lintas lokasi, jaringan seluler atau Wi-Fi di setiap lokasi, sistem radio yang sudah ada.
OpsiSistem radio per lokasi sesuai kondisinya; PoC atau penghubung berbasis IP bila jaringan dan platformnya memadai.
Site survey memberi dasar terukur sebelum perangkat dan infrastruktur dipilih, sehingga keputusan repeater, antena, atau PoC tidak diambil dari asumsi.
Hasil survei menjadi dasar desain, bukan jaminan kinerja. Coverage yang dapat dipakai di setiap titik tetap dikonfirmasi lewat pengujian setelah instalasi, berdasarkan kriteria penerimaan yang disepakati.
Yang dievaluasi saat survei:
Dari identifikasi kebutuhan sampai dukungan setelah instalasi, untuk tim security di seluruh Indonesia.
Pemetaan pos, rute patroli, titik lemah sinyal, jaringan yang tersedia, dan radio yang sudah dipakai menjadi dasar kebutuhan HT, aksesori, repeater, antena, PoC, dan konfigurasi.
Model, fitur, dan aksesori dicek terhadap spesifikasinya dan dipilih dari alur kerja, armada radio yang ada, izin frekuensi, dan kondisi lokasi, bukan dari jenis lokasi atau nama pos.
Instalasi perangkat sesuai desain sistem; kanal, grup, scan list, dan signaling diprogram berdasarkan kebutuhan operasional dan kemampuan perangkat, lalu diuji terhadap kriteria yang disepakati.
Perangkat dapat dikirim ke berbagai wilayah Indonesia; pekerjaan di lokasi disesuaikan dengan lokasi dan ruang lingkup proyek.
Pelatihan pengoperasian untuk petugas, lalu troubleshooting, maintenance, perencanaan penggantian baterai dan aksesori yang kompatibel, serta perubahan konfigurasi ketika pos, rute, atau tim berubah.
Jangkauan dipengaruhi frekuensi, daya, tipe dan tinggi antena, rugi kabel feeder, bangunan dan kontur lahan, interferensi, serta arsitektur sistem. Kelas perangkat saja tidak menentukannya, sehingga Rakomindo tidak menjanjikan angka jarak atau coverage di seluruh area; coverage ditentukan lewat survei dan dikonfirmasi lewat uji lapangan.
Tidak. Repeater dipertimbangkan bila uji sinyal menunjukkan pos, gate, atau bagian rute patroli yang penting tidak terjangkau komunikasi langsung antar-HT. Jumlah lantai, basement, atau luas area saja tidak menentukannya; kebutuhan ditetapkan dari titik yang harus terjangkau, geometri lokasi, frekuensi, desain antena dan repeater, serta kriteria penerimaan. Lihat pilihan repeater.
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua tim, dan ukuran lokasi tidak menentukannya. Pilihannya bergantung pada radio yang sudah dipakai, izin frekuensi, interoperabilitas, fitur yang dibutuhkan, rencana migrasi, dan anggaran. Enkripsi, GPS, pesan teks, dan perekaman bergantung pada model, sistem, lisensi, dan konfigurasi, bukan otomatis tersedia pada radio digital. Lihat pilihan radio digital.
PoC dapat berguna untuk koordinasi antarlokasi atau pengawas yang membawahi beberapa lokasi, bila jaringan seluler atau Wi-Fi di lokasi tersebut memadai. Kemampuannya bergantung pada konektivitas data, layanan dan platform, langganan, perangkat, dan konfigurasi; komunikasi antarkota dapat dilakukan bila kondisi jaringan dan platform mendukung. Di area yang jaringannya tidak dapat diandalkan, PoC biasanya dipadukan dengan radio konvensional. Lihat kategori HT PoC.
Sering bisa, tergantung standar, frekuensi, dan fitur radio yang ada, termasuk milik penyedia jasa pengamanan. Analog dan digital dapat berdampingan selama migrasi bila perangkat dan sistemnya mendukung; standar digital yang berbeda tidak otomatis saling terhubung.
Jumlahnya disusun dari petugas aktif per shift, radio yang dipakai bergantian atau perorangan, jumlah pos dan rute patroli, kebutuhan komandan regu dan control room, serta rotasi pengisian daya. Unit dan baterai cadangan mengikuti kebijakan operasional perusahaan, bukan persentase baku.
Earpiece, remote speaker microphone, atau headset dipilih dari kebutuhan diskresi, tingkat kebisingan, kenyamanan untuk shift panjang, kebersihan bila dipakai bergantian, kebutuhan hands-free, dan kompatibilitas konektor per model radio, lalu diuji di lokasi kerja. Lihat pilihan handsfree HT.
Pastikan kebutuhan tiap pos dan rute sudah dipetakan, radio dan izin frekuensi yang ada diinventarisasi, kebutuhan control room jelas, dan fitur yang diwajibkan tersedia pada model yang diajukan. Biaya bergantung pada jenis dan jumlah perangkat, sistem, konfigurasi, aksesori, dan infrastruktur seperti repeater dan antena, sehingga penawaran disusun setelah kebutuhan jelas.
Ceritakan lokasi yang dijaga, jumlah petugas dan pola shift, pos dan rute patroli, serta perangkat yang sudah dimiliki. Tim Rakomindo membantu menyusun pilihan perangkat dan menilai perlu tidaknya site survey.