Engineering

Engineering & Instalasi Sistem Radio Komunikasi

Rakomindo membantu perusahaan merancang dan menerapkan sistem radio komunikasi berdasarkan kebutuhan operasional, kondisi lokasi, perangkat yang digunakan, dan rencana pengembangan sistem.

Pekerjaan dapat mencakup site survey, desain sistem, instalasi, programming, test & commissioning, integrasi, pelatihan, dan maintenance sistem sesuai ruang lingkup proyek.

  • 15+ Tahun Pengalaman
  • 500+ Pekerjaan Selesai

Alur Pekerjaan Engineering

Setiap proyek bergerak dari kebutuhan ke sistem yang teruji. Tahapannya disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan.

  1. Memahami kebutuhan operasional. Area kerja, jumlah dan peran pengguna, pola komunikasi, serta perangkat yang sudah dipakai dipetakan lebih dulu.
  2. Site survey. Kondisi lapangan diperiksa untuk mengumpulkan data yang menjadi dasar desain sistem.
  3. Desain sistem. Perangkat, kebutuhan repeater dan antena, serta konfigurasi dipilih dari kebutuhan dan hasil survei, lalu disepakati sebelum instalasi.
  4. Instalasi & programming. Perangkat dipasang sesuai desain yang disetujui dan dikonfigurasi sesuai kebutuhan operasional.
  5. Test & commissioning. Sistem diuji terhadap ruang lingkup dan kriteria penerimaan yang telah disepakati.
  6. Pelatihan & serah terima. Pengguna dilatih, lalu sistem diserahkan beserta dokumentasi proyek yang relevan sesuai ruang lingkup pekerjaan.

Site Survey Sistem Radio Komunikasi

Site survey mengumpulkan data lapangan yang menjadi dasar desain sistem. Cakupannya disesuaikan dengan lokasi dan ruang lingkup proyek.

Area dan pola komunikasi

  • Area operasi dan titik komunikasi penting
  • Bangunan, kontur, dan hambatan di lapangan
  • Pola pengguna dan kelompok bicara (talkgroup)

Sistem dan frekuensi

  • Sistem radio yang sudah digunakan
  • Penggunaan frekuensi dan status kebutuhan izin
  • Ketersediaan jaringan atau backhaul bila sistem membutuhkannya

Infrastruktur

  • Calon posisi repeater dan antena
  • Tower atau titik mounting
  • Jalur feeder dan catu daya

Pengujian dan kriteria

  • Uji sinyal di titik yang disepakati, bila memungkinkan
  • Kriteria penerimaan proyek

Hasil survei adalah dasar desain, bukan jaminan hasil sebelum sistem dipasang. Kinerja sebenarnya dibuktikan melalui pengujian dan commissioning setelah instalasi. Penggunaan frekuensi mengikuti izin dan ketentuan yang berlaku untuk sistem dan penggunaannya; kebutuhannya diperiksa sesuai ruang lingkup sistem.

Desain Sistem Berdasarkan Kebutuhan Operasional

Sistem dipilih dari kebutuhan operasional, bukan dari opsi yang paling kompleks. Desain menghubungkan kebutuhan tim dengan perangkat dan arsitektur yang sesuai.

Kebutuhan

  • Area operasi
  • Jumlah dan peran pengguna
  • Pola komunikasi antartim
  • Perangkat dan sistem yang sudah ada
  • Rencana pengembangan

Yang dievaluasi

  • HT, radio rig, atau base station
  • Perlu tidaknya repeater
  • Antena dan feeder
  • Analog atau digital
  • Interoperabilitas dengan perangkat yang ada
  • Batasan frekuensi dan perizinan
  • Ketersediaan jaringan, bila relevan

Opsi sistem

  • HT dan radio rig atau base station
  • Repeater
  • Antena dan feeder
  • Sistem analog
  • DMR atau standar digital lain
  • PoC, sebagai opsi terpisah yang bergantung pada jaringan seluler atau data
  • Multi-site melalui jaringan IP atau RoIP, bila diperlukan

Repeater dapat memperluas cakupan yang dapat digunakan ketika desain dan kondisi lapangan membutuhkannya; hasilnya diverifikasi melalui pengujian. Antena dan feeder menentukan seberapa efektif sinyal dipancarkan dan diterima, tetapi antena bukan penguat aktif.

Pilihan analog atau digital mengikuti kebutuhan operasional. Radio digital tidak otomatis terenkripsi atau berjangkauan lebih jauh, dan standar digital seperti DMR, TETRA, dan NXDN tidak otomatis saling berkomunikasi dalam mode digital. PoC bergantung pada jaringan seluler atau data, sedangkan RoIP menghubungkan lokasi tanpa menambah cakupan RF. Perbandingannya dibahas di Teknologi Radio Komunikasi.

Instalasi, Programming & Test Commissioning

Tiga tahap yang berbeda: memasang perangkat, mengatur konfigurasinya, lalu memverifikasi bahwa sistem bekerja sesuai yang disepakati.

Instalasi

Pemasangan fisik komponen sistem sesuai desain proyek yang disetujui, misalnya repeater, antena, jalur feeder, radio rig atau base station, catu daya, dan komponen pendukung lainnya.

Programming & Konfigurasi

Pengaturan kanal, talkgroup, scan list, signaling, dan parameter lain yang relevan, sesuai kemampuan perangkat dan ruang lingkup proyek. Frekuensi yang diprogram mengikuti izin yang dimiliki pengguna.

Test & Commissioning

Verifikasi terhadap ruang lingkup proyek dan kriteria penerimaan yang disepakati. Sesuai sistemnya, pengujian dapat meliputi:

  • Uji komunikasi dan panggilan
  • Uji sinyal di titik yang disepakati
  • Pemeriksaan jalur antena dan feeder, termasuk pengukuran SWR bila relevan
  • Verifikasi konfigurasi sistem

Integrasi & Pengembangan Sistem

Sistem yang sudah berjalan tidak selalu perlu diganti seluruhnya. Pengembangannya dapat direncanakan bertahap mengikuti kebutuhan operasional.

  • Migrasi analog ke digital

    Perpindahan dari analog ke digital dapat dilakukan bertahap, dengan memperhatikan perangkat yang masih dipakai, kebutuhan komunikasi selama masa transisi, dan izin frekuensi.

  • Penambahan repeater atau lokasi

    Sistem yang ada dapat dikembangkan dengan repeater atau lokasi tambahan ketika area operasi atau jumlah pengguna bertambah, melalui survei dan desain yang sama seperti sistem baru.

  • Menghubungkan lokasi melalui RoIP

    RoIP menghubungkan sistem radio di beberapa lokasi melalui koneksi IP yang memadai. Setiap lokasi tetap membutuhkan cakupan radionya sendiri. Lihat perangkat RoIP.

Pelatihan, Serah Terima & Maintenance Sistem

Sistem baru bekerja baik bila penggunanya siap dan sistemnya terus diperiksa setelah beroperasi.

Pelatihan Pengguna

Pelatihan disesuaikan dengan perangkat dan sistem yang diserahkan: pengoperasian dasar radio, penggunaan kanal dan talkgroup yang benar, prosedur komunikasi yang berlaku pada sistem tersebut, serta penanganan perangkat sehari-hari.

Serah Terima

Pada tahap serah terima, pengguna menerima pelatihan dan dokumentasi proyek yang relevan sesuai ruang lingkup pekerjaan, misalnya hasil test/commissioning atau catatan konfigurasi yang menjadi bagian dari ruang lingkup pekerjaan.

Maintenance Sistem

Maintenance sistem mencakup pemeriksaan berkala terhadap kinerja sistem yang terpasang, seperti repeater, antena dan jalur feeder, catu daya, konfigurasi dan talkgroup, serta troubleshooting tingkat sistem, perubahan konfigurasi, penambahan unit atau lokasi, dan evaluasi ketika kebutuhan operasional berubah.

Engineering Merancang, memasang, menguji, mengintegrasikan, dan memelihara sistem.

Service Memeriksa, memperbaiki, programming ulang, dan mengganti komponen pada unit.

Perbaikan dan penggantian komponen pada unit tertentu ditangani melalui Service HT & Radio Komunikasi.

Pertanyaan Seputar Engineering Radio Komunikasi

Site survey diperlukan ketika sistem akan dibangun atau dikembangkan di lokasi yang kondisinya memengaruhi komunikasi, misalnya area yang luas, banyak bangunan atau hambatan, kemungkinan kebutuhan repeater, atau sistem yang harus bekerja dengan perangkat yang sudah ada. Untuk kebutuhan yang lebih sederhana, perlu tidaknya survei dapat dinilai lebih dulu saat konsultasi.

Tidak selalu. Repeater dapat memperluas cakupan yang dapat digunakan ketika desain dan kondisi lapangan membutuhkannya. Sebagian kebutuhan cukup dilayani komunikasi langsung antarradio atau radio rig dengan antena eksternal. Keputusannya didasarkan pada survei, dan hasilnya diverifikasi melalui pengujian.

Sering kali bisa, tergantung perangkat, standar, frekuensi, dan konfigurasinya. Sistem yang ada dapat dimigrasikan bertahap dari analog ke digital, ditambah repeater atau lokasi baru, atau dihubungkan antarlokasi melalui RoIP. Kesesuaiannya diperiksa saat survei dan desain.

Ya. Instalasi dan programming dikerjakan sebagai bagian dari pekerjaan engineering untuk perusahaan di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan di lokasi disesuaikan dengan lokasi, ruang lingkup pekerjaan dan kebutuhan proyek.

Sistem diverifikasi terhadap ruang lingkup dan kriteria penerimaan yang disepakati. Sesuai sistemnya, pemeriksaan dapat meliputi uji komunikasi dan panggilan, uji sinyal di titik yang disepakati, pemeriksaan jalur antena dan feeder termasuk SWR bila relevan, serta verifikasi konfigurasi.

Ya. Pengguna mendapat pelatihan sesuai perangkat dan sistem yang diserahkan, serta dokumentasi proyek yang relevan sesuai ruang lingkup pekerjaan, misalnya hasil test/commissioning atau catatan konfigurasi.

Engineering menangani sistem: merancang, memasang, menguji, mengintegrasikan, dan memelihara sistem radio yang terpasang. Service menangani unit: memeriksa, memperbaiki, programming ulang, dan mengganti komponen pada HT, repeater, radio rig, atau mobile radio tertentu.

Butuh Sistem Radio Komunikasi untuk Proyek Anda?

Ceritakan kebutuhan operasional tim Anda, lokasi proyek, dan sistem radio yang sudah dipakai. Tim Rakomindo membantu menentukan langkah awalnya, dari kebutuhan survei hingga rancangan sistem.