Repeater · Radio Komunikasi Profesional

Repeater Radio Komunikasi untuk Perusahaan

Repeater memperluas jangkauan armada HT dan radio rig yang sudah Anda pakai, bukan menggantinya. Halaman ini membantu menentukan band, mode, kapasitas kanal, dan daya pancar yang sesuai dengan kondisi lokasi Anda sebelum penawaran disusun.

Sebutkan lokasi, luas area, jumlah pengguna, dan tipe radio yang sudah dipakai — kami periksa kesesuaiannya lebih dulu.

Unit Tersedia 20+
Band VHF & UHF
Mode Analog & digital
Dukungan Survei & instalasi

Menentukan Repeater yang Sesuai

Empat keputusan berikut menentukan perangkat mana yang masuk daftar pendek. Jawabannya datang dari kondisi lapangan, bukan dari spesifikasi tertinggi.

Analog, digital, atau keduanya

Sebagian besar perangkat di katalog ini bekerja pada mode analog dan digital, termasuk mode campuran. Armada analog yang sedang berjalan dapat tetap dipakai sementara perangkat digital ditambahkan bertahap, sehingga migrasi tidak harus dilakukan sekaligus. Standar digitalnya berbeda antar merek — DMR pada Hytera dan BelFone, dPMR serta IDAS pada Icom, dan P25 pada Icom IC-FR9010 — dan harus cocok dengan radio yang akan dilayani.

VHF atau UHF

Katalog ini mencakup VHF 136–174 MHz dan UHF pada beberapa rentang, antara lain 350–400 MHz, 400–470 MHz, dan 450–520 MHz. Pilihan band mengikuti kondisi lokasi dan alokasi frekuensi yang Anda peroleh, bukan preferensi merek. VHF lazim dipakai pada area terbuka dan luas; UHF lebih umum pada area padat bangunan dan di dalam gedung.

Kapasitas kanal dan jumlah pengguna

Kapasitas kanal perangkat di katalog ini berkisar dari 16 sampai 1.024 kanal. Untuk armada yang terus bertambah, sebagian perangkat Hytera mendukung DMR Trunking Tier II dan Tier III, sehingga kanal dipakai bersama lebih efisien dibanding menambah kanal konvensional satu per satu.

Daya pancar dan bentuk perangkat

Daya pancar di katalog ini berkisar dari 5 watt sampai 100 watt. Unit ringkas seperti Motorola SLR1000 (10 watt, IP65) dan Hytera RD968 (IP67) dipakai untuk kebutuhan portabel atau titik bantu; unit 50 watt menjadi pilihan umum untuk repeater tetap; dan Motorola SLR 8000 100 watt untuk cakupan yang lebih besar. Daya pancar lebih tinggi tidak otomatis berarti jangkauan lebih luas.

Repeater Bekerja sebagai Satu Sistem

Jangkauan repeater tidak dapat dinyatakan sebagai satu angka tetap. Hasil di lapangan ditentukan oleh ketinggian dan posisi antena, jenis serta gain antena, panjang dan kualitas kabel feeder, band frekuensi, kontur wilayah dan kepadatan bangunan, daya pancar radio pengguna, serta desain sistemnya. Dua lokasi dengan perangkat identik bisa menghasilkan cakupan yang jauh berbeda, sehingga perkiraan yang realistis memerlukan survei lokasi.

Selain unit repeater, satu sistem yang bekerja umumnya membutuhkan:

  • Antena — menentukan arah dan gain pancaran, dan biasanya lebih menentukan hasil daripada menaikkan daya pancar.
  • Kabel Antena 50 Ohm — jalur transmisi dari perangkat menuju antena; panjang dan jenis kabel menentukan besar rugi-rugi sinyal di sepanjang jalur.
  • Jumper Kit — kabel penghubung pendek beserta konektornya, antara perangkat, duplexer, dan jalur feeder utama.
  • Arrester — pengaman jalur antena terhadap lonjakan tegangan, dipasang bersama sistem pembumian.
  • Duplexer — memisahkan jalur pancar dan terima pada satu antena, dan perlu disetel pada frekuensi kerja repeater.

Latar belakang teknis mengenai faktor jangkauan dibahas di panduan menambah jarak jangkauan HT dan radio rig.

Pola Operasional yang Membutuhkan Repeater

Kebutuhan repeater biasanya muncul dari pola operasi, bukan dari luas area saja.

  • Area luas dan terbuka — kawasan tambang, perkebunan, pelabuhan, dan lokasi proyek. Repeater ditempatkan di titik tinggi agar komunikasi antar regu tidak terputus di ujung area.
  • Bangunan bertingkat dan basement — struktur bangunan menahan sinyal. Untuk menutup area dalam gedung dipakai penguat dua arah, misalnya Hytera TS-9200 BDA, bersama perencanaan titik antena.
  • Armada bergerakhandy talky dan radio rig dalam satu jaringan, termasuk kendaraan yang keluar-masuk area kerja.
  • Rencana digitalisasi — penambahan perangkat radio digital secara bertahap tanpa menghentikan armada analog yang masih berjalan.

Pengadaan dan Dukungan Teknis

Repeater adalah belanja modal yang dipakai bertahun-tahun, sehingga yang menentukan bukan harga unit saja.

  • Perangkat yang dipasarkan Rakomindo 100% original dan memperoleh garansi resmi 1 tahun dari distributor merek tersebut di Indonesia.
  • Survei lokasi dan desain sistem dilakukan lebih dulu, sehingga penawaran menyebut perangkat, antena, dan kelengkapan yang benar-benar dibutuhkan.
  • Instalasi, pengukuran, dan pemeliharaan ditangani sebagai satu pekerjaan — rinciannya ada di halaman layanan.
  • Pengalaman lebih dari 15 tahun dan 500+ pekerjaan selesai, dengan layanan ke seluruh Indonesia.

Katalog Repeater

Lebih dari 20 unit repeater tersedia dari Motorola, Hytera, Icom, Kenwood, dan BelFone. Harga sebagian unit ditampilkan sebagai acuan; konfigurasi akhir mengikuti hasil survei.

Rp43.900.000
Rp40.000.000

Repeater

Hytera RD968

Repeater

Icom IC-FR5200H

Rp34.000.000
Rp34.000.000
Rp47.000.000
Rp98.000.000
Rp32.000.000
Rp32.000.000

Radio Digital

BelFone BF-SFR600

Rp19.000.000

Repeater

Icom IC-FR9010

Repeater

Icom IC-FR6300

Rp28.500.000

Repeater

Icom IC-FR5300

Rp22.500.000

Perizinan, Penempatan, dan Optimalisasi

Repeater radio komunikasi merupakan perangkat yang sangat penting dalam sistem komunikasi radio. Repeater radio digunakan untuk memperkuat sinyal radio sehingga jangkauan komunikasi dapat diperluas. Namun, sebelum menggunakan repeater radio, diperlukan ijin frekuensi radio dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Selain itu, penempatan antena repeater juga harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti ketinggian, pemilihan frekuensi, dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Repeater berfungsi untuk memperluas jangkauan perangkat radio handy talky dan radio rig, sehingga sangat dibutuhkan ketika jangkauan mereka tidak sesuai harapan. Namun, banyak pengguna yang telah menginvestasikan uang dalam repeater tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan repeater, serta kesalahan yang sering terjadi dalam pemilihan dan instalasi repeater.

Tips Membeli Repeater

  1. Ijin Edar Alat dan Perangkat Telekomunikasi

    Sebelum anda membeli perangkat repeater, pastikan terlebih dahulu bahwa perangkat yang akan anda beli memiliki Type Approval dari Kominfo (Ditjen SDPPI)
  2. Ijin Frekuensi Radio

    Sebelum menggunakan repeater radio, pastikan Anda telah memperoleh ijin frekuensi radio dari Kominfo. Ijin ini diperlukan agar Anda dapat menggunakan frekuensi radio secara legal dan aman. Peraturan frekuensi radio di Indonesia mengikuti International Telecommunication Union (ITU), sehingga pastikan frekuensi yang digunakan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Penempatan Repeater

    Penempatan antena repeater harus dipertimbangkan secara matang untuk memperoleh sinyal radio yang optimal. Antena repeater dapat ditempatkan di ketinggian seperti gunung, bukit, tower, atau di atas gedung sehingga meminimalisi hambatan, untuk memperkuat sinyal radio dan meningkatkan jangkauan komunikasi. Pastikan untuk memilih lokasi yang aman, stabil, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Optimalisasi Repeater untuk Jangkauan Radio Handy Talky dan Rig yang Lebih Luas

Faktor Penting dalam Pemilihan dan Instalasi Repeater:
  1. Posisi Repeater: Tempatkan repeater pada posisi yang tinggi, seperti di atas gunung, bukit, atau gedung, agar jangkauan lebih luas. Gunakan aplikasi coverage mapping untuk menentukan lokasi optimal.
  2. Antena Repeater: Pilih antena dengan gain yang lebih besar dan bandwidth yang lebih sempit untuk hasil yang maksimal. Pertimbangkan merk antena yang memiliki reputasi baik.
  3. Kabel Antena Repeater: Pilih kabel antena sesuai dengan panjang yang dibutuhkan dan luas penampang kabel yang sesuai. Semakin luas penampang, semakin kecil nilai losses.
  4. Duplexer Repeater: Gunakan duplexer yang sesuai dengan frekuensi repeater Anda dan pastikan sudah disetting menggunakan spectrum analyzer untuk kinerja maksimal.
  5. Alat Ukur: Gunakan alat ukur yang tepat, seperti SWR meter, power meter, antenna analyzer, dan spectrum analyzer, untuk memastikan instalasi repeater yang optimal.
  6. Pengamanan Repeater: Pasang arrester dan grounding untuk melindungi repeater dari sambaran petir, serta pastikan sistem penangkal petir bekerja dengan baik jika repeater ditempatkan di atas tower.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan repeater untuk memperluas jangkauan radio handy talky dan rig, serta memaksimalkan investasi Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli atau vendor terpercaya untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi terbaik.

Dalam penggunaan repeater radio komunikasi, perlu memperhatikan beberapa faktor penting seperti ijin frekuensi radio dari Kominfo, penempatan antena repeater yang optimal, pemilihan frekuensi yang sesuai, dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pengguna akan mendapatkan sinyal radio yang optimal dan menjaga keamanan dalam penggunaan repeater radio.

Pertanyaan Umum Seputar Repeater Radio Komunikasi

Repeater digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi radio agar sinyal HT atau radio rig dapat menjangkau area yang lebih luas.

Perusahaan biasanya membutuhkan repeater jika area kerja luas, banyak penghalang bangunan, berada di kawasan tambang, pabrik, perkebunan, hotel, atau area operasional bertingkat.

Ya, repeater dapat digunakan untuk mendukung komunikasi berbagai merek radio selama frekuensi, sistem, dan konfigurasi teknisnya sesuai.

Perlu Bantuan Menentukan Repeater yang Sesuai?

Kirimkan lokasi, luas area operasional, jumlah pengguna, dan tipe radio yang sudah dipakai. Kami periksa kesesuaian band, mode, dan kapasitasnya, lalu menyusun penawaran beserta kelengkapan sistem yang dibutuhkan.