Radio Rig · Radio Komunikasi Profesional

Radio Rig untuk Mobil dan Base Station Perusahaan

Radio rig adalah radio komunikasi yang dipasang secara tetap, bukan digenggam seperti handy talky. Unit ini dipakai dengan dua cara: di dalam kendaraan, tetap bekerja saat kendaraan bergerak, atau di satu lokasi sebagai Base Station. Kelengkapan dan cara pemasangan keduanya berbeda, sehingga halaman ini menjelaskannya secara terpisah.

Sebutkan cara pemakaian dan radio yang sudah dipakai — kami periksa kesesuaian unit dan kelengkapannya lebih dulu.

Radio Rig di Mobil atau sebagai Base Station?

Banyak unit radio rig dapat dipakai dengan kedua cara. Yang membedakan adalah lokasi pemakaian dan kelengkapan pendukungnya: sumber daya, antena, kabel, proteksi, dan cara instalasinya.

Perbandingan Radio Rig di Mobil dan Radio Rig sebagai Base Station
Radio Rig di Mobil Radio Rig Base Station
Penggunaan Kendaraan operasional, kendaraan perusahaan, truk, atau alat berat Satu lokasi tetap, misalnya kantor atau ruang kontrol
Lokasi pemasangan Di kabin kendaraan atau alat berat Di meja atau ruang operator
Mobilitas Tetap dapat dipakai saat kendaraan bergerak Tidak berpindah, melayani tim dari satu titik
Sumber daya Kelistrikan DC kendaraan, sesuai manual radio Power Supply 13.8 Volt DC
Antena Antena mobil sesuai band radio Antena luar sesuai band dan sistem
Kabel antena Kabel RF 50 Ohm ke antena di bodi kendaraan Kabel antena 50 Ohm, misalnya RG8
Perangkat proteksi Pengaman kelistrikan sesuai petunjuk pabrikan radio Arrester di jalur antena, bersama grounding
Karakter instalasi Menyesuaikan tata letak kabin dan bodi kendaraan Instalasi tetap, dengan jalur kabel ke antena di luar bangunan

Radio Rig di Mobil

Dipasang di kabin, radio rig menjadi unit komunikasi kendaraan. Radio tetap dapat dipakai saat kendaraan atau alat berat berpindah dari satu area kerja ke area lain, sehingga pengemudi dan operator tetap terhubung dengan tim selama bergerak.

Cara ini sesuai untuk kendaraan operasional dan kendaraan perusahaan, serta truk dan alat berat bila kabinnya memungkinkan pemasangan. Pemasangan di kendaraan membutuhkan antena mobil yang sesuai dengan band radio.

Kelengkapan utama

  • Radio Rig — unit utama yang dipasang di kabin.
  • Antena mobil — wajib untuk pemasangan di kendaraan, dan harus sesuai band radio.
  • Bracket antena mobil — dudukan untuk memasang antena pada bodi kendaraan.
  • Kabel antena 50 Ohm — penghubung radio dengan antena di bodi kendaraan.

Cara Pemasangan Radio Rig di Mobil

  1. Tentukan posisi radio

    Pilih posisi yang aman dan mudah dijangkau, yang tidak menghalangi kontrol kemudi maupun pandangan pengemudi. Pasang radio dengan bracket dudukan yang sesuai agar tidak bergeser saat kendaraan bergerak.

  2. Hubungkan sumber daya

    Sambungkan kabel power DC ke kelistrikan kendaraan sesuai manual pabrikan radio, termasuk pengaman atau sekring bila disyaratkan. Titik sambungan dan nilai pengamannya mengikuti manual radio yang dipakai.

  3. Pasang antena mobil

    Tentukan titik pemasangan antena di bodi kendaraan dan gunakan dudukan yang sesuai. Antena harus cocok dengan band radio, VHF atau UHF.

  4. Hubungkan kabel antena

    Gunakan kabel RF 50 Ohm yang sesuai dengan instalasinya. Rutekan kabel dengan rapi dan aman, hindari tekukan tajam serta titik yang dapat menjepit atau merusak kabel.

  5. Periksa konektor dan antena

    Pastikan setiap konektor terpasang rapat dan antena memang sesuai dengan band radio. Bila memungkinkan, ukur SWR dengan alat ukur yang sesuai sebelum radio dipakai rutin.

  6. Program dan uji komunikasi

    Program frekuensi dan kanal sesuai sistem komunikasi yang dipakai, lalu uji panggil dan terima sebelum kendaraan dipakai operasional.

Nilai sekring, panjang kabel, dan tipe antena berbeda untuk setiap radio dan kendaraan, sehingga selalu mengikuti manual pabrikan dan spesifikasi sistem antena yang dipilih.

Radio Rig sebagai Base Station

Sebagai Base Station, radio rig dipasang di satu lokasi tetap dan menjadi titik komunikasi bagi tim di lapangan — misalnya di kantor, ruang kontrol, workshop, pos keamanan, atau basis operasional.

Karena tidak memakai kelistrikan kendaraan dan antenanya dipasang di luar bangunan, instalasi Base Station membutuhkan kelengkapan tersendiri.

Kelengkapan utama

  • Radio Rig — unit utama di meja atau ruang operator.
  • Power Supply 13.8 Volt DC — sumber daya radio di lokasi tetap; kapasitas arusnya mengikuti spesifikasi radio.
  • Kabel antena 50 Ohm — misalnya RG8, penghubung radio dengan antena di luar bangunan.
  • Arrester — pengaman jalur antena terhadap lonjakan tegangan.
  • Antena luar — antena outdoor yang dipilih sesuai band dan sistem komunikasi.

Cara Pemasangan Radio Rig sebagai Base Station

  1. Tentukan lokasi radio

    Pilih posisi tetap yang aman, mudah dijangkau operator, dan memudahkan jalur kabel menuju antena.

  2. Siapkan Power Supply 13.8 Volt DC

    Gunakan power supply yang sesuai untuk radio. Kapasitas arusnya harus mengikuti spesifikasi pabrikan radio yang dipakai, bukan disamaratakan.

  3. Pasang antena luar

    Pilih antena sesuai band VHF atau UHF dan sistem komunikasinya. Posisi pemasangan antena berpengaruh langsung pada hasil komunikasi.

  4. Hubungkan kabel antena 50 Ohm

    RG8 50 Ohm dapat dipakai bila sesuai, atau kabel 50 Ohm lain yang cocok dengan panjang jalur dan kondisi instalasi.

  5. Pasang arrester

    Tempatkan arrester pada jalur kabel antena sebagai pengaman terhadap lonjakan tegangan. Arrester mengurangi risiko kerusakan, tetapi tidak menjamin perangkat sepenuhnya aman dari sambaran petir. Prinsipnya dibahas di artikel cara kerja surge arrester.

  6. Hubungkan grounding

    Bila diperlukan, sambungkan sistem proteksi ke grounding sesuai praktik instalasi yang benar di lokasi tersebut.

  7. Periksa konektor dan sistem antena

    Periksa kualitas konektor, kondisi kabel, dan kecocokan antena dengan radio. Ukur SWR bila memungkinkan.

  8. Program dan uji komunikasi

    Program radio sesuai frekuensi dan sistem yang dipakai, lalu uji pancar dan terima sebelum dipakai rutin.

Kapasitas power supply, jenis dan panjang kabel, serta tipe antena mengikuti spesifikasi radio dan sistem antena yang dipilih untuk lokasi tersebut.

Pemasangan radio rig sebagai Base Station

Panduan Memilih Radio Rig

Setelah cara pemakaiannya jelas, hal-hal berikut mempersempit pilihan unit di katalog.

Analog atau digital

Sebagian unit bekerja analog, sebagian digital, dan banyak yang mendukung keduanya sehingga armada analog dapat beralih ke radio digital secara bertahap. Standar digitalnya harus cocok dengan radio yang sudah dipakai: DMR pada Motorola XiR, Hytera, BelFone BF-TM8500, dan Alinco DR-MD500; NXDN pada Kenwood seri NX, sebagian juga DMR; IDAS pada Icom IC-F5130D dan IC-F6130D; serta P25 pada Kenwood NX-5700, NX-5800, dan NX-5900.

VHF atau UHF

Band radio rig harus sama dengan band handy talky, repeater, dan izin frekuensi yang dipakai. Katalog ini mencakup VHF 136–174 MHz dan beberapa rentang UHF, antara lain 350–390 MHz, 400–470 MHz, dan 450–520 MHz. Beberapa unit dual band, seperti Alinco DR-638, Icom IC-2730A, dan Yaesu FTM-300DR, bekerja di kedua band.

Daya pancar dan sumber daya

Sebagian besar unit VHF dan UHF di katalog ini berdaya pancar maksimum 25 sampai 60 watt; beberapa lebih tinggi, seperti Icom IC-V3500 (65 watt) serta Haigo HRV-880 dan Yaesu FT-2980R (80 watt). Daya lebih besar juga menarik arus lebih besar — spesifikasi Icom IC-V3500 mencantumkan sekitar 11 A saat memancar 65 watt — sehingga power supply dipilih dari spesifikasi radionya. Jangkauan tidak ditentukan oleh daya saja; faktor lainnya dibahas di panduan menambah jarak jangkauan HT dan radio rig.

Radio RF atau PoC

Radio rig RF bekerja lewat frekuensi radio dan, bila area kerjanya luas, lewat repeater. Radio rig PoC seperti Hytera MNC360, Inrico TM-7Plus, dan Talkcom TC-9910MX memakai jaringan seluler, sehingga jangkauannya mengikuti ketersediaan jaringan seluler dan data di area yang dilalui. Kelengkapan Base Station di atas ditujukan untuk radio rig RF; pilihan perangkat PoC lainnya ada di kategori tersendiri.

Satu sistem dengan HT dan repeater

Radio rig jarang bekerja sendiri. Di kendaraan maupun di Base Station, unit ini biasanya berkomunikasi dengan handy talky tim lapangan dan, untuk area yang lebih luas, melalui repeater. Samakan band, mode, dan kanalnya, lalu program semua perangkat dengan kabel dan software pemrograman yang sesuai merek.

Keperluan khusus

Icom IC-A120 dan IC-A220 adalah radio airband untuk pita penerbangan 118–136,992 MHz, bukan radio VHF untuk sistem komunikasi perusahaan pada umumnya. Yaesu FT-991A mencakup HF, VHF, dan UHF dalam satu unit.

Katalog Radio Rig

Pilihan radio rig untuk kendaraan dan Base Station dari Motorola, Hytera, Kenwood, Icom, Alinco, Yaesu, dan merek lainnya. Harga sebagian unit ditampilkan sebagai acuan; kelengkapan antena dan instalasi disusun sesuai cara pemakaian.

Showing 1–36 of 60 results

Radio Rig

Alinco DR-138

Rp3.300.000
Rp3.500.000

Radio Rig

Alinco DR-338

Rp3.200.000

Radio Rig

Alinco DR-438

Rp2.650.000

Radio Rig

Alinco DR-638

Rp5.300.000

Radio Rig

Alinco DR-735

Rp6.500.000
Rp2.800.000

Radio Digital

Alinco DR-MD500

Rp6.900.000

Radio Digital

BelFone BF-TM8500

Rp8.000.000
Rp3.500.000

Radio Rig

Firstcom FR-188

Rp2.250.000

Radio Rig

Firstcom FR-388

Rp2.550.000

Radio Rig

Haigo HRV-880

Rp3.100.000

Radio Rig

HYT TM-628H

Hytera

Hytera HM788

Rp9.000.000

Radio Rig

Hytera HM788G

Rp11.500.000

Radio Rig

Hytera MD618

Radio Rig

Hytera MD628

Rp5.500.000

Radio Rig

Hytera MD788G

Rp6.800.000
Rp6.000.000

Radio Rig

Icom IC-A120

Rp13.000.000

Radio Rig

Icom IC-A220

Rp33.000.000

Radio Rig

Icom IC-F5023H

Radio Digital

Icom IC-F5123D VHF

Radio Rig

Icom IC-F5130D

Rp5.900.000

Radio Rig

Icom IC-F6130D

Rp7.150.000

Radio Rig

Icom IC-V3500

Rp3.400.000
Rp5.100.000

Radio Rig

Kenwood NX-1700H

Rp5.000.000

Radio Rig

Kenwood NX-1800H

Rp5.000.000

Perlu Bantuan Menentukan Radio Rig dan Kelengkapannya?

Ceritakan cara pemakaiannya — di kendaraan, alat berat, atau sebagai Base Station — beserta jumlah unit, radio yang sudah dipakai, dan lokasi kerja. Kami bantu mencocokkan unit, antena, dan kelengkapan instalasinya sebelum penawaran disusun, untuk kebutuhan di seluruh Indonesia.